PKB masa lalu - Saat Fotografi sedang Bergairah
Pesta Kesenian Bali tahun 1984 dibuka Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah. Peristiwa budaya tahunan yang ke-6 itu dimanfaatkan PFB (Perhimpunan Fotografer Bali) sebagai ajang gebrakan pertamanya dalam beraktivitas. PFB berdiri 10 Juni 1984 diketuai I Nyoman Sucipta (sekarang bergelar Mpu Daksa Charya Manuaba). Gebrakan itu berupa Pameran “Bali Dalam Foto” bertempat di Art Centre Denpasar. Dipamerkan, foto karya anggota PFB yang saat itu berjumlah 28 orang.
PKB ke-7 tahun 1985 juga dimanfaatkan PFB menggelar pameran “Bali Dalam Foto II”. Pameran yang panitianya diketuai Wirawan Sudewa itu diawali Lomba Foto Pariwisata. Temanya, “Penari Bali dan Dunianya”. Foto pemenang lomba ini turut mengisi ruang pameran, bersama pemenang Lomba Foto Lingkungan Hidup dan foto koleksi anggota PFB. Sebanyak 41 fotografer mengikutsertakan foto karyanya dalam pameran.
Pemenang Lomba Foto Pariwisata Bali 1985 : Juara I “Kepak Budaya” karya I.B. Putra Adnyana (Gustra), II. “Penari Legong Kraton” (K. Sujana), III. “Topeng Tua” (K. Prasetya). Pemenang Pasangan Terbaik (the Best Set) karya K. Sujana. Sepuluh Pemenang Harapan : karya I.B.Putra Adnyana (2 foto), K. Sujana (2 foto), Tan Sioe Lay (2 foto), serta Jaya Chandra Kirana, Alex Chandra, K. Prasetya, Ipong C. masing-masing satu.
Pemenang Lomba Foto Lingkungan Hidup : Juara I “Erosi” (K. Sujana), II. Tanpa judul (I Gusti Wijana), III. “Hebat Tingkat Gangguan Hutan” (K. Prasetya).
Tahun 1980-an dan tahun 1990-an dapat disebut sebagai tahun bergairahnya aktivitas di bidang fotografi di Bali. Para fotografer memanfaatkan Lomba dan Pameran Foto sebagai momen meningkatkan kualitas hasil karyanya. Lomba dan Pameran Foto sering berlangsung melibatkan beragam instansi pemerintah, organisasi, dan perusahaan, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai mitra kerja.
Kelahiran dan kegiatan PFB ikut merangsang lahirnya fotografer pemula dan penghobi seni fotografi.
Fotografer instansi pemerintah pun termotivasi bekerja lebih profesional. Hal itu terlihat dalam foto-foto karyanya yang dipajangkan dalam Pameran Pembangunan.
Selain Lomba Foto Seni beragam tema, lomba foto juga diselenggarakan dalam rangka menunjang program pemerintah.
Misalnya Lomba Foto Dua Anak Cukup (1982) yang dijuarai foto karya Abu Bakar.
Dalam beberapa lomba foto Tim Juri juga melibatkan fotografer andal dari luar Bali yang sedang 'hunting' di Pulau Dewata. Tim Juri dalam Lomba Foto Pariwisata Bali Indah '83, misalnya, yang diikuti 187 foto karya 79 fotografer, ketiganya dari luar Bali yakni Setyadi Yoedaatmadja, Tjandra Samusi, dan Toky Yauw.
Beberapa fotografer Bali rajin mengikuti Lomba Foto di tingkat nasional hingga internasional, yang sebagian meraih juara atau menerima tanda penghargaan. Seperti K. Sujana, dari tahun 1979 hingga 1983 berhasil mengoleksi lebih dari 20 hadiah dan penghargaan dari dalam dan luar negeri.
Salah satu prestasi puncak diraih Tan Sioe Lay (Singaraja) setelah foto karyanya, “Mekepung”, meraih juara I dalam Lomba Foto Tingkat Nasional “Pariwisata Bali Indah” yang diselenggarakan PWI Cabang Bali dan manajemen Hotel Bali Hyatt Sanur, tahun 1983.
Bagi Gustra, keberhasilannya menjuarai Lomba Foto Pariwisata Bali 1985 merupakan salah satu tonggak perjalanan kariernya turut merajai bidang fotografi, khususnya dalam lomba foto pariwisata.
Di tingkat nasional John Wiranata Setiyono meraih Juara I Lomba Foto Pariwisata yang diselenggarakan Ditjen Pariwisata, tahun 1980.
Tahun itu pula foto slide Koes Bali termasuk yang meraih penghargaan.
Foto karya 8 fotografer dari Bali terpilih mengikuti Pameran Besar Foto “Wajah Indonesia” (1984) dan “Tanah Airku” (1985). Pameran berlangsung di 7 kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya Jember, Denpasar, Yogyakarta, Semarang. Mereka adalah K. Sujana, Jaya Chandra Kirana, Rio Helmy, Tan Sioe Lay, Ida Gema, Gustra, Raharja K., dan See Hoen.
Fotografer Rio Helmy menyelenggarakan Pameran Foto Hitam Putih di Sanur bersama Brent Hesselyn, tahun 1984.
Lima fotografer yang bergabung dalam “Kelompok 2 Fotografi Denpasar” menyelenggarakan Pameran Foto Pariwisata Pesona '89 di Museum Bali, 28 Oktober – 11 November 1989. Mereka adalah Ida Gema, Tan Sioe Lay, Made Artha, I Ketut Widiatmika, Apin Budiarto S.
Pokoknya, rame deh!
Bali, 20 Juni 2026.
Catatan Widminarko: https://www.facebook.com/widminarko.tokoh